Scroll to top

Edukasi
Perlombaan

POMP MARMER

By Adin Majan 10 Sep 2022, 06:35:13 WIB Liberation
Edukasi

Keterangan Gambar : Pelepasan lomba merpati 2022



Pomp marmer

 

- Burung Merpati di



Indonesia, terdiri dari banyak jenis mulai dari merpati hias dan merpati balap. Pembudidaya, penghobi hingga komunitasnya pun juga ada sendiri-sendiri dari semua jenis burung merpati. Seperti di Kabupaten Tulungagung, juga ada komunitas merpati balap (racing pigeon) yaitu Pomp (perkumpulan olahraga merpati pos) Marmer Tulungagung. Komunitas ini secara rutin menggelar dan mengikuti lomba merpati balap, baik tingkat lokal, maupun nasional. Terbaru, Pomp Marmer Tulungagung juga menggelar lomba merpati balap dengan peserta dari Blitar, Kediri,dan Trenggalek dengan titik kumpul di Desa Serikaton Kecamatan Ngantru dan titik lepas di Kabupaten Nganjuk.Juru hitung lomba M Agus Fakhrudin mengatakan, Pomp marmer telah mengadakan lomba merpati balap dengan peserta dari Kabupaten Blitar, Kediri dan Trenggalek. Dalam perlombaan merpati balap kali, lanjutnya, titik kumpulnya di Desa Srikaton dan titik lepas merpatinya ada di Kabupaten Nganjuk. "Merpati dikumpulkan pada Sabtu (2/7/2022) dan dilepas pada Minggu sekira pukul 06.00 WIB)," kata pria yang akrab disapa Adin Majan. Minggu (3/6/2022). Dia menjelaskan, dalam lomba balap merpati, pemenangnya diukur dari kecepatannya, yaitu dari titik koordinat burung hingga titik koordinat kandang merpati mana yang tercepat.Untuk lomba yang diadakan oleh Pomp Marmer Tulungagung, biasa terdiri dari 3 kelas yang diukur dari jarak lepas diantara jarak udara 150 KM (Tulungagung-Purwodadi), jarak udara 250 KM (Tulungagung-Pemalang) dan jarak udara 450 KM (Tulungagung-Jatibarang). "Untuk hari ini ada 600 ekor merpati yang di lepas dari titik Kabupaten Nganjuk," jelasnya. Menurut Adin, merpati yang dilepas kali ini bisa dibilang cukup sedikit jika dibandingkan dengan lomba-lomba sebelumnya. Karena pada lomba sebelumnya yaitu kategori jarak udara 150 KM diikuti oleh 450 peserta dengan lebih dari 1000 ekor merpati yang dilepas. "Biasanya semakin menambah banyak peserta luar kota yang ikut berpartisipasi seperti Tulungagung-Jakarta bahkan Tulungagung-Bandar Lampung,".Untuk jumlah Merpati yang dibawa oleh peserta lomba, tidak dibatasi jumlah. Dalam setiap peserta diperbolehkan membawa berapapun jumlah merpati. Sekedar informasi, burung merpati balap memiliki kemampuan menempuh jarak jauh. Di Indonesia, jenis merpati ini biasanya dikenal sebagai merpati pos, karena selain itu dapat menyampaikan pesan ke tempat yang dituju, Merpati jenis ini juga membutuhkan bantuan yang cepat dan tepat untuk kembali ke rumah pemiliknya. Merpati jenis ini memiliki daya ingat yang kuat untuk pulang atau kembali ke rumah pemiliknya yang merawat sejak lahir hingga cukup umur untuk menjadi sebagai merpati balap atau merpati pos. Dengan daya indera penglihatan dan ingatan yang dimiliki, merpati bisa kembali ke rumah pemiliknya tanpa dipandu.Tidak hanya sebagai binatang peliharaan dan hias, merpati juga diminati karena kecepatan terbang kembali ke kandang tuannya. Dalam komunitas, merpati yang bisa menjelajah jauh, cepat, dan tepat kembali ke rumah pemilik atau kandangnya disebut merpati pos balap atau merpati pos racing. Merpati pos racing kerap dilombakan antar komunitas tingkat lokal, nasional, hingga internasional. Merpati jenis ini memiliki daya ingat yang kuat untuk pulang atau kembali ke rumah pemiliknya yang merawat sejak lahir hingga cukup umur untuk menjadi sebagai merpati balap atau merpati pos. Dengan daya indera penglihatan dan ingatan yang dimiliki, merpati bisa kembali ke rumah pemiliknya tanpa dipandu.Tidak hanya sebagai binatang peliharaan dan hias, merpati juga diminati karena kecepatan terbang kembali ke kandang tuannya. Dalam komunitas, merpati yang bisa menjelajah jauh, cepat, dan tepat kembali ke rumah pemilik atau kandangnya disebut merpati pos balap atau merpati pos racing. Merpati pos racing kerap dilombakan antar komunitas tingkat lokal, nasional, hingga internasional. Merpati jenis ini memiliki daya ingat yang kuat untuk pulang atau kembali ke rumah pemiliknya yang merawat sejak lahir hingga cukup umur untuk menjadi sebagai merpati balap atau merpati pos. Dengan daya indera penglihatan dan ingatan yang dimiliki, merpati bisa kembali ke rumah pemiliknya tanpa dipandu.Tidak hanya sebagai binatang peliharaan dan hias, merpati juga diminati karena kecepatan terbang kembali ke kandang tuannya. Dalam komunitas, merpati yang bisa menjelajah jauh, cepat, dan tepat kembali ke rumah pemilik atau kandangnya disebut merpati pos balap atau merpati pos racing. Merpati pos racing kerap dilombakan antar komunitas tingkat lokal, nasional, hingga internasional. Dengan daya indera penglihatan dan ingatan yang dimiliki, merpati bisa kembali ke rumah pemiliknya tanpa dipandu. Tidak hanya sebagai binatang peliharaan dan hias, merpati juga diminati karena kecepatan terbang kembali ke kandang tuannya.Dalam komunitas, merpati yang bisa menjelajah jauh, cepat, dan tepat kembali ke rumah pemilik atau kandangnya disebut merpati pos balap atau merpati pos racing. Merpati pos racing kerap dilombakan antar komunitas tingkat lokal, nasional, hingga internasional. Dengan daya indera penglihatan dan ingatan yang dimiliki, merpati bisa kembali ke rumah pemiliknya tanpa dipandu. Tidak hanya sebagai binatang peliharaan dan hias, merpati juga diminati karena kecepatan terbang kembali ke kandang tuannya. Dalam komunitas, merpati yang bisa menjelajah jauh, cepat, dan tepat kembali ke rumah pemilik atau kandangnya disebut merpati pos balap atau merpati pos racing. Merpati pos racing kerap dilombakan antar komunitas tingkat lokal, nasional, hingga internasional.dan tepat kembali ke rumah pemiliknya atau kandangnya disebut merpati pos balap atau merpati pos racing. Merpati pos racing kerap dilombakan antar komunitas tingkat lokal, nasional, hingga internasional. dan tepat kembali ke rumah pemiliknya atau kandangnya disebut merpati pos balap atau merpati pos racing. Merpati pos racing kerap dilombakan antar komunitas tingkat lokal, nasional, hingga internasional.

Komentar




Video Terkait:

View all comments

Write a comment